Sajak Ratapan Pohon

Rumahku hamparan luas yang terbentang.

Riuh ramai dipenuhi binatang-binatang.
Burung-burung yang terbang melayang.
Beberapa dari mereka telah membuat sarang.
Ular-ular yang menggeliat.

Singgah di batang, dan menunggu makanan.
Dan serangga-serangga banyak hinggap.
Untuk menghindari pemangsa

Rumahku sejuk dan tentram.
Setiap hari kabut selalu turun dari surga Tuhan.
Angin bertiup sedang. Tak lamban, juga tak kencang.
Meski bukan waktunya.
Hujan kadang datang dan memberi kami kesegaran.

Saat musim hujan datang menjelang,
kami bersorak riang.
Air masuk ke ubin dan selalu menggenang.
Kaki kami berebut menghisapnya.
Burung-burung menggunakan daun kami untuk meneduhkan sarang.
Pada tubuh kami, hewan-hewan besar kadang juga bersadar.

Saat musim hujan berangsur hilang,
air masih tetap menggenang.
Itu ulah kami.
Kami tidak bisa hidup tanpa air ini.

Sungguh riang dan senang tinggal disini.
Tapi itu dulu, sebelum binatang-binatang asing itu datang.
Aku tak pernah melihat mereka sebelumnya.
Mereka datang dengan wajah-wajah garang.
Membunuh binatang-binatang dengan membabi buta.
Dor..Dor..Dor..
Hentakan suara itu selalu membuat kami terkejut.
Dan kami lebih terkejut lagi.
Karena salah satu teman kami pasti ada yang mati.

Teman-teman binatangku lari.
Mereka takut dan mencari tempat sembunyi.

Itu masih belum seberapa.
Binatang yang sama datang dengan wajah sama garang.
Mereka datang membawa semacam pedang.
Dengan membabi buta mereka mulai menebas.
Sekali tebasan saja kami pasti akan tumbang.
Kami tak bisa lari.
Kami hanya menangis ketakutan menunggu mati.

Satu persatu saudaraku tumbang.
Rumah kami menjadi kering kerontang.
Hanya tinggal aku yang bertahan.

Aku benci mereka semua
Ingin aku membalas mereka yang merenggut nyawa saudara-saudaraku.
nyawa teman-temanku.
Aku ingin melihat mereka mati perlahan.
Aku ingin melihat mereka menderita seperti penderitaanku.

Dengarlah ratapanku.
Tangis air mataku akan membanjiri kalian.
Kalian akan aku bantai dengan gelombang.

Dengarlah teriakanku.
Suaraku akan menggetarkan bumi ini.
Kalian akan aku rajam sampai mati.